Pengalaman Istri Melahirkan Normal Setelah Caesar (VBAC)

Standard

1760809-Walt-Disney-Quote-Whether-you-say-you-can-t-or-you-can-you-re.jpg

Saya pertama kali mendengar singkatan VBAC dari istri saat kami memutuskan untuk kembali punya anak lagi setelah 2 tahun kelahiran Inara (anak pertama). Ia menyampaikan bahwa VBAC merupakan singkatan dari Vaginal Birth After Caesarea –¬†keadaan melahirkan normal setelah sebelumnya melahirkan melalui proses caesar. Dan untuk dapat melahirkan secara VBAC, harus ada jarak minimal 2 tahun dengan proses kelahiran sebelumnya.

f64369a3575cb5ded5e96acf3179c989

Sumber: Google

Itu detail sederhana yang saya pahami tentang VBAC. Simple-nya, dulunya lahiran secara caesar dan sekarang merencanakan kelahiran melalui proses yang normal.

Saya berpikir ini merupakan hal yang sederhana. Tapi ternyata tidak. Pertama kali kami melakukan kunjungan adalah ke bidan di sekitar perumahan Citra Indah. Sesampainya di tempat bidan, kami di-“marahi” oleh Bu Bidan karena jarak melahirkan yang terlalu pendek. Istri pun diminta untuk melakukan ini itu agar dapat melahirkan secara VBAC – walau ia tidak sepenuhnya mendukung.

Akhirnya setelah mencari referensi dari temannya istri dan review dari Google, kami pun menemukan Rumah Sakit Ibu dan Anak, Kemang Medical Care. Istri saya langsung jatuh cinta dengan rumah sakit ini. Simply karena dibukakan pintu mobil saat turun di lobi rumah sakit. ūüėÄ Disini pun ada tempat bermain bagi anak-anak dengan suasana tidak seperti rumah sakit kebanyakan. Overall, kami menemukan kenyamanan yang kami cari-cari di rumah sakit ini.

slide1

Sumber: RSIA KMC

Sama dengan rumah sakit lainnya, di rumah sakit ini juga ada senam untuk ibu hamil. Bedanya adalah untuk suami sangat disarankan ikut sesi senam. Saya pun akhirnya ikut sesi senam ini. Dan sesi ini membuka pikiran saya. Bukan tentang senamnya, tapi tentang perjuangan seorang ibu untuk membantu lahirnya anak ke dunia ini.

Dokter yang kami temui adalah Dr. Ridwan Sp.OG. Beliau orangnya sangat menyenangkan dan menenangkan. Saat istri saya bertanya bermacam hal, ia menjawabnya dengan memuaskan. Sampai-sampai istri saya pun bingung mau bertanya apalagi.

WhatsApp Image 2018-07-30 at 3.48.09 PM

Sumber: Pribadi

Setelah rutin selama 38 minggu ke dokter tersebut, muncul pula kekhawatiran di istri apakah ia akan berhasil VBAC atau tidak. Ia bertanya ke dokter, apakah ada cara alami untuk mempercepat proses kelahiran? Jawaban dokternya sangat saya suka: janinnya dalam kondisi baik, dan janin pun tahu kapan ia akan keluar, tugas orang tua hanyalah menunggu. Dokter pun tegas menjawab itu karena menurutnya tidak ada referensi ilmiah untuk mempercepat proses kelahiran. Cukup menunggu, berdoa dan berolahraga.

Istri pun makin galau di satu hari menjelang minggu ke-41. Dan saya diajak cuti dari kerja untuk berkunjung ke RSIA di tanggal 2 Juli 2018. Sesampainya di rumah sakit, istri langsung cek pembukaan di ruang obervasi, lantai 2. Ternyata sudah pembukaan 1. Bidan meminta kami untuk pulang dulu ke rumah dan menunggu hingga nanti pembukaan 3. Dikarenakan jarak dari rumah ke RSIA sangat jauh (bisa hingga 2 jam), kami memutuskan untuk berjalan-jalan ke Kampung Betawi di Setu Babakan dan Kemang Village untuk sekadar menghabiskan waktu sambil jalan kaki.

Hingga sore tiba, istri insist untuk cek lagi ke RSIA. Dan alhamdulillah sudah pembukaan 3. Kami pun disarankan untuk menginap. Malam harinya, kembali dilakukan pengecekan pembukaan. Dan alhamdulillah sudah pembukaan 5. Kami menunggu (tangan saya diremas habis) hingga pembukaan 10 di ruang observasi. Di titik inilah peran suami sebagai pendamping sangat diperlukan. Jika perlu pendamping profesional, dapat mempertimbangkan untuk menggunakan jasa doula karena saat semuanya normal secara medis, pikiran (mindset) yang memegang peranan penting untuk keberhasilan proses ini.

Dan semakin mendekati pembukaan 10, istri dipindahkan ke ruangan bersalin, persis di sebelah ruang observasi. Proses mengedan dimulai dari pukul 03:00 WIB hingga anak kami lahir pada pukul 04:37 WIB dengan nama Attharrayhan Saka Putra. Dan inilah proses yang ditunggu-tunggu oleh istri, bisa melahirkan melalui proses yang normal. Proses yang saya sendiri melihatnya sebagai proses yang sangat menyakitkan bagi seorang Ibu. Tapi sangat menyenangkan saat Ibu berhasil melalui proses tersebut dengan selamat.

Air mata perlahan menetes dan Alhamdulillah ya Allah! Istri dan anak kami selamat melalui proses yang menakjubkan ini.

Jika saya harus menyimpulkan proses ini dalam beberapa poin:

  1. Carilah dokter yang mendukung proses VBAC
  2. Baca referensi tentang VBAC dari sumber yang terpercaya baik dari buku maupun social media
  3. Dukungan dari lingkungan sekitar (suami, keluarga, dokter dan rumah sakit)
  4. Olahraga secara rutin (senam hamil, gym ball, jalan pagi)
  5. Bersiap dengan segala kemungkinan
  6. Yakin, berdoa dan bertawakal

Menurut Pak Dokter, berikut 4 hal yang harus diperhatikan saat menginginkan proses VBAC berjalan dengan lancar:

  1. Jarak dengan kelahiran sebelumnya adalah 2 tahun
  2. Berat badan bayi kurang dari 4 kg
  3. Tebal rahim minimal 2 mm, di cek pada saat minggu ke-36 (saat itu, tebal rahim istri persis di angka 2 mm)
  4. Proses kelahiran berjalan alami tanpa intervensi apapun, termasuk tidak boleh di-induksi

Sukses untuk yang sedang mengusahakan VBAC!